251+ KATA ILMIAH DAN ARTINYA
Dieditksn oleh: lekson silip
0. Atensi : Perhatian
1. Analogi: Persamaan atau Persesuaian
2. Andragogi:
Ilmu tentang tata cara orang belajar
3. Aksentuasi: Pengutamaan,
penitikberatan, penekanan
4. Alienasi: Terasingkan
5. Apresiasi: Penghargaan
6. Aksioma: Pernyataan yang dapat diterima sebagai kebenaran
tanpa pembuktian
7. Adiktif: Kecanduan
8. Akselerasi: Percepatan
9. Akuntabel: Dapat
dipertanggungjawabkan
10. Animo: Hasrat, kemauan
yang kuat
11. Aposteriori: Pengetahuan yang didapatkan dari pengalaman
12. Apriori: Pengetahuan yang
didapatkan tanpa pengalaman (pemikiran)
13. Ambigu: Bermakna ganda
14. Ambivalen: Bercabang
dua yang
15. Atributif: Melambangkan, menandai
16. Afiliasi: Berhubungan
atau pertalian sebagai anggota/cabang
17. Afirmasi: Penetapan yang
positif, pengkhususan
18. Advokasi: Pembelaan
19. Adidaya: Pembelaan
20. Asketisisme: Paham
yang mempraktikkan kesederhanaan, kejujuran dan kerelaan berkorban
21. Absurd: Tidak masuk akal
22. Adendum: Jilid tambahan pada buku: lampiran
23. Asketik: Bersifat
sederhana, jujur dan rela berkorban
24. Adagium: Peribahasa, pepatah
25. Borjuis: Kelas
masyarakat dari golongan menengah ke atas
26. Berorientasi:
Kecenderungan pandangan
27. Bersua: Datang saling mendekati
28. Berspekulasi:
Memperkirakan, berbohong
29. Berkamuflase: Menyamar
30. Broker: Makelar
31. Bias: Menyimpang dari
sebenarnya
32. Disparitas: Perbedaan
33. Disorientasi: Kesamaran
arah
34. Dinamika: Terjadi pergerakan, pergolakan
35. Distorsi: Penyimpangan,
pemutarbalikan suatu fakta
36. Deskriptif: Menggambarkan
37. Diferensiasi:
Pembedaan
38. Degradasi: Kemunduran,
penurunan
39. Diskriminasi:
Pembedaan perlakuan
40. Diskursus: Rasionalitas, wacana, pertukaran ide
41. Diaspora:
Tercerai-berainya suatu bangsa yang tersebar diberbagai penjuru dunia dan
bangsa tersebut tidak memiliki negara/tempat
42. Dedikasi: Pengabdian,
pengorbanan tenaga, pikiran dan waktu demi keberhasilan suatu usaha atau tujuan
mulia
43. Dikotomi: pembagian atas
dua kelompok yang saling bertentangan (pemisahan)
44. Defisit: Kekurangan
45. Definitif: Sudah pasti
46. Diskresi: Kebebasan
mengambil keputusan sendiri dalam setiap situasi yang dihadapi
47. Depresiasi: Turunnya
nilai, penyusutan nilai
48. Divestasi: Pelepasan, pembebasan, pengurangan modal
49. Diversifikasi:
Penganekaragaman
50. Diversitas: Perbedaan, kelainan, keragaman
51. Dekret: Keputusan
(ketetapan)
52. De Facto: Berdasarkan
fakta
53. De Jure: Berdasarkan
hukum
54. Di lecut: Di Cambuk
55. Demografi: Ilmu tentang susunan jumlah, dan perkembangan
penduduk
56. Domestik: Berhubungan
dengan permasalahan dalam negeri
57. Difusi: Penyebaran atau perembesan sesuatu (kebudayaan,
teknologi, ide)
58. Diredusir: Mengurangi
kesulitan, kesukaran: Menyederhanakan sesuatu agar lebih muda
59. Diametral: Terpisah secara berhadap-hadapan
60. Diksi: pilihan kata yang sesuai
61. Direduksi: DIkurangi
62. Daring: Dalam jaringan, internet (online)
63. Eksistensi: Keberadaan
64. Ekspektasi: Harapan
65. Esensi: Hakikat, inti
66. Esensial: Perlu sekali, mendasar, hakiki
67. Eskalasi: Kenaikan,
pertambahan
68. Etimologi: Asal usul kata
69. Empiris: Berdasarkan
pengalaman
70. Elegan: Anggun dan elok
71. Entitas: Satuan yang berwujud
72. Efisien: Tepat atau
sesuai untuk mengerjakan sesuatu dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga,
biaya
73. Efektif: Ada efeknya (pengaruh, kesanya, akibatnya)
74. Elaborasi: Penggarapan
secara tekun dan cermat
75. Eksplisit: Terus terang,
tidak berbelit-belit
76. Emporium: Pusat perdagangan
77. Elitis: Kelompok elit: Terpandang
78. Etos: Pandangan hidup yang khas dari suatu golongan
sosial
79. Fluktuatif: Naik-turun
80. Fragmen: Cuplikan atau petikan bagian, pecahan sesuatu
81. Fanatik: Teramat kuat
kepercayaan terhadap ajaran
82. Fenomena: Fakta
83. Fundamental: Mendasar
84. Filantropi: Cinta kasih, kedermawanan kepada sesama
85. Fenomenal: Luar
biasa, hebat
86. Flamboyan: Serba megah, gemerlapan
87. Friksi: Perpecahan,
pergeseran yang menimbulkan perbedaan pendapat
88. Fiskal: Berkenaan dengan urusan pajak atau pendapatan
negara
89. Feodal: Susunan
masyarakat yang dikuasai oleh kaum bangsawan
90. Garda: Pengawal
91. Garda depan: Pelopor,
perintis
92. Genosida: Pembunuhan
secara besar-besaran secara berencana terhadap suatu bangsa atau ras
93. Hierarki: Urutan
tingkatan atau jenjang jabatan
94. Hipotesis: Anggapan dasar (dugaan sementara)
95. Hipokrit: Suka berpura-pura, munafik
96. Hegemoni: Memengaruhi,
merasuki
97. Heuristis: Bersangkutan dengan prosedur analitis yang
dimulai dengan perkiraan yang tepat dan mengecek ulang sebelum memberi
kepastian
98. Interpretasi: Penafsiran
99. Intensif: Secara sungguh-sungguh dan terus-menerus dalam
mengerjakansesuatu hingga memperoleh hasil yang optimal
100. Intens: Hebat, sangat
kuat, tinggi, bergelora, sangat emosional
101. Insidental: Terjadi
atau dilakukan hanya pada kesempatan atau waktu tertentu saja; tidak rutin
102. Intelectual conscience:Nurani intelektual
103. Intervensi: Campur
tangan
104. Implisit: Terkandung di dalamnya meskipun tidak
diungkapkan
105. Inklusif: Termasuk; terhitung
106. Intrik: Penyebaran
kabar bohong yang sengaja untuk menjatuhkan lawan
107. Komprehensif: Secara
menyeluruh lengkap
108. Kooperatif: Kerja sama
109. Krusial: Gawat, genting
110. Konfrontasi:
Berhadap-hadapan langsung
111. Konsumtif: Tidak
menghasilkan, hanya memakai
112. Kolektif: Secara
bersama
113. Kontradiksi: Pertentangan
114. Kausalitas:
Sebab-akibat
115. Kampiun: Baik sekali,
juara, pandai sekali
116. Konklusi: Kesimpulan
(pendapat)
117. Korelasi: Hubungan
timbal balik atau sebab akibat
118. Kontinu: Berkesinambungan
119. Konsentris: Mempunyai
pusat yang sama
120. Korektif: memperbaiki
121. Konspirasi:
Persekongkolan, konspirasi
122. Kolosal: Dibuat secara
besar-besaran,luar biasa besarnya
123. Kuratif: Dapat menolong menyembuhkan penyakit
124. Katarsis: Penyucian
diri yang membawa pembaruan rohani dan pelepasan dari ketegangan
125. Komparatif: Berdasarkan
perbandingan
126. Kompetitif: Berhubungan
dengan kompetisi: persaingan
127. Komplementer:
Bersifat saling mengisi; melengkapi
128. Konstelasi: Kumpulan orang, sifat, atau benda yang
berhubungan
129. Kamuflase: Penyamaran
130. Kuartal: Tiga bulan
131. Laten: Tersembunyi, terpendam taoi punya potensi muncul
132. Lacur: Malang, celaka, sial; buruk laku
133. Masif: Utuh, padat,
kuat, kukuh
134. Moderat: Konsep jalan
tengah
135. Mediator: Penghubung
136. Mindset:Pola pikir
137. Mainstream: Arus utama
(biasa)
138. Merefleksikan:
Mencerminkan
139. Militan: Bersemangat
tinggi, berhalauan keras
140. Mengelaborasi: Menggarap
(mengerjakan) sesuatu secara tekun dan cermat
141. Menganulir: Membatalkan
142. Meniscayakan: Memastikan
143. Mafia: Kelompok kriminal
yang terorganisasi
144. Madani: Berhubungan
dengan hak-hak sipil: bukan militer
145. Monumental: Bersifat
menimbulkan kesan peringatan pada sesuatu yang agung
146. Makar: Akal busuk, tipu
muslihat, perbuatan dengan maksud hendak membunuh orang, perbuatan (usaha)
menjatuhkan pemerintah yang sah
147. Narsisme: Keadaan
mencintai diri sendiri secara berlebihan
148. Normatif: Berpegang
teguh pada norma; menurut norma atau kaidah yang berlaku
149. Nomenklatur: Tata nama
150. Orientasi:
Kecenderungan
151. Oase: Tempat, pengalaman, dsb yang menyenangkan di
tengah-tengah suasana yang serba kalut dan tidak menyenangkan
152. Oposisi: Penentang
golongan yang berkuasa
153. Oligarki: Pemerintahan
yang dijalankan oleh beberapa orang yang berkuasa dari golongan atau kelompok
tertentu
154. Progresif: Ke arah
kemajuan
155. Polemik: Perdebatan
mengenai suatu masalah yang dikemukakan secara terbuka di media massa
156. Pedagogi: Ilmu pendidikan/ilmu pengajaran
157. Pedagogis: Bersifat mendidik
158. Proletar: Lapisan sosial paling bawah
159. Pluralisme: Keadaan masyarakat yang majemuk
160. Perfeksi: Kesempurnaan
161. Premis: Dasar pemikiran (Asumsi)
162. Prerogatif: Hak
istimewa kepala negara
163. Presisi: Ketepatan,
ketelitian
164. Paradigma: Kerangka berpikir, model dalam ilmu
pengetahuan
165. Perspektif: Cara
pandang/ sudut pandang
166.Paradoks: Bertentangan
167. Pragmatis: Bersifat
praktis dan berguna bagi umum
168. Patriark: Bapak dan kepala keluarga
169. Propaganda: Penerangan
(paham, pendapat dsb) yang benar atau salah yang dikembangkan dengan tujuan
meyakinkan orang agar menganut suatu aliran, sikap, atau arah tindakantertentu
170. Proposisi: Rancangan
usulan
171. Prodeo: Karena Allah, cuma-cuma (gratis)
172. Probabilitas:
Kemungkinan
173. Preventif: Bersifat mencegah
174. Penetrasi: Penerobosan,
penembusan, pemasukan
175. Plat form: Rencana
kerja: program
176. Preseden: Hal yang terjadi lebih dahulu dan dapat
dipakai sebagai contoh
177. Privilese: Hak istimewa,
kelebihan tertentu
178. Prinsip: Kebenaran yang menjadi pokok dasar berpikir,
bertindak, dsb; dasar
179. Paripurna: Lengkap, penuh lengkap
180. Parsial: Berhubungan
atau merupakan bagian dari keseluruhan
181. Posesif: Bersifat merasa menjadi pemilik; mempunyai
sifat cemburu
182. Pasif: Bersifat
menerima saja
183. Profan: Tidak suci
184. Proyeksi: Perkiraan
tentang keadaan masa yang akan datang
185. Periodik:
Berkala, menurut kurun waktu tertentu
186. Pedofolia: Kelainan seksual yang menjadikan anak-anak
sebagai objek seksual
187. Patrimonial: Mengenai warisan dari bapak
188. Permisif: Bersifat terbuka, serba membolehkan, suka
mengizinkan
189. Primordialisme: Pandangan yang memegang teguh hal-hal
yang dibawasejak kecil, baik tradisi, adat istiadat, kepercayaan, maupun segala
sesuatuyang ada di dalam lingkungan pertama
190. Rival:
Lawan
191. Riskan: Besar
resikonya/berbahaya
192. Referendum:
Penyerahan suatu masalah ke orang banyak
193. Relevansi: Hubungan,
kaitan
194. Remunerasi:
Pemberian hadiah
195. Resistansi: Berperilaku bertahan, berusaha melawan atau
menentang
196. Refleksi: Gambaran
197. Rekonsiliasi: Perbuatan
memulihkan kembali
198. Relatif: Tidak mutlak,
bergantung kepada orang yang memandang
199. Rekonstruksi:
Penyusunan kembali, pengembalian seperti semula
200. Rasial: Berdasarkan
prasangka ras tertentu
201. Restrukturisasi:
Penataan kembali supaya struktur atau tatanannya baik
202. Radikal: Secara mendasar
sampai kepada hal yang prinsip
203. Regulasi: Pengaturan
204. Revitalisasi: Proses perbuatan menghidupkan atau
menggiatkan kembali
205. Remedial: Berhubungan
dengan perbaikan
206. Renaisans: Masa peralihan dari abad pertengahan ke abad
modern di Eropa(Abad 14-ke-17)
207. Retorika: Keterampilan
berbahasa secara efektif
208. Resolusi: Putusan atau
kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat
(musyawarah, sidang)
209. Residivis: Orang yang
pernah dihukum mengulangi tindak kejahatan yang serupa
210. Renten: Bunga uang, riba
211. Restorasi: Pengembalia
atau pemulihan kekeadaan semula
212. Restorative Justice System:Penyelesaian
sebuah permasalahan di luar dari pengadilan
213. Sekutu: Teman
214. Stagnasi: Keadaan terhenti tidak bergerak
215. Stigma: Ciri negatif
yang menempel
216. Sekuler: Bersifat
duniawi
217. Suspensi: Penangguhan sesuatu untuk sementara
218. Stereotip: Konsepsi mengenai sifat suatu golongan
berdasarkan prasangka yang subjektif dan tidak tetap (praduga kebanyakan orang)
219. Subtansial: Bersifat
inti: sesungguhnya
220. Stimulus: Rangsangan
221. Sanitasi: Usaha untuk
membina dan menciptakan suatu keadaan yang baik di bidang kesehatan masyarakat
222. Signifikan: Penting,
berarti
223. Skeptis: Kurang percaya: Ragu-ragu
224. Simultan: Bersamaan, serentak
225. Spionase: Pemata-mataan
226. Sporadis: Tidak tentu, kadang-kadang
227. Sistemik: Susunan:
aturan
228. Simbiosis mutualisme: Hubungan yang saling
menguntungkan
229. Spekulasi: Pendapat
atau dugaan yang tidak berdasarkan kenyataan, tindakan yang bersifat
untung-untungan
230. Spekulatif: Dengan pemikiran dalam-dalam secara teori
231. Stakeholder: Para
pihak, pihak-pihak yang terkait dengan suatu issu atau suatu rencana
232. : sistematis - Dengan cara diatur baik-baik
233. Skandal: Perbuatan yang
memalukan,perbuatan yang menurunkan martabat seseorang
234. : Sebagai lambang
235. Spekulan: Orang yang
mencari keuntungan besar dengan cara melakukan spekulasi (Dugaan)
236. Surplus:
Berlebihan, jumlah yang melebihi hasil
biasanya
237. Sintesis: Penggabungan, paduan, kesatuan yang selaras
238. Sinisme: Pandangan yang mengejek atau memandang rendah
239. : Penggunaan kata-kata pedas untuk menyakiti hati orang
lain:cemoohan atau ejekan kasar
240. Term: Istilah
241. Tendensius: Melawan dan menyusahkan, bersifat berpihak,
rewel
242. Tendensi:
Kecenderungan, kecondongan pada suatu hal
243. Tipologi: Ilmu watak, watak
244. Terminologi: Peristilahan, ilmu mengenai batasan atau
defenisi istilah
245. Tersua: Terjumpa
246. Teritorial: Mengenai
bagian wilayah suatu negara
247. Turbulensi: Keadaan terganggu karena perubahan yang
tidak dapat di prediksi dan dikontrol (ketidakstabilan)
248. Titik nadir: Titik paling rendah
249. Visioner: Perihal
memandang jauh ke depan
250. Verifikasi: Pemeriksaan
tentang kebenaran laporan, pernyataan, dsb
251. Validasi: Pengesahan,
pengujian kebenaran atas sesuatu
252. Varian: Bentuk yang
berbeda
253. Via: Melalui
Bila siapa saja mengujungi blog ini dan merasa di bantu tolong tinggalkan kritikan dan saran.
Komentar
Posting Komentar